Kemiri (Aleurites moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut. Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan campuran cat.
Ada mitos tentang Kemiri di Hawaii, konon kabarnya dahulu ada seorang wanita yang berusaha untuk menyenangkan suaminya, namun sayangnya sang suami tidak memperlakukan istri dengan baik, bahkan sering memukulinya. Sang istri tak pernah berhenti berusaha menyenangkan suami, ia memperlakukan suaminya dengan sangat lembut dan baik, tak ada suatu dendam atau emosi di dalam dirinya. Suatu hari sang suami terbakar api emosi, dan memukuli istrinya hingga tewas. Sang suami kemudian mengubur istrinya di bawah pohon kukui (kemiri). Tak disangka, ternyata pohon Kukui ini adalah bagian tubuh dari dewa Kamapua'a, karena ketulusan dan kebaikan istrinya, maka dewa Kamapua'a menghidupkan kembali sang istri dan menukarnya dengan jiwa suaminya. Pohon kemiri ini kemudian disebut sebagai simbol pencerahan, perlindungan dan perdamaian atas sikap tulus yang ditunjukkan sang istri pada suami.
Disamping mitos tentang Kemiri ternyata buah ini mengandung zat gizi dan nongizi, zat non gizi dalam dalam kemiri misalnya saponin, falvonoida dan polifenol. Banyak peneliti telah membuktikan bahwa ketiga komponen ini memiliki arti besar bagi kesehatan. Kandungan zat gizi mikro yang terda[pat dalam kemiri adalah protein, lemak dan karbohidrat. Mineral dominan yang terdapat dalam kemiri adalah kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium. Dalam kemiri juga terkandung zat besi, seng, tembaga dan selenium dalam jumlah sedikit. Kandungan penting lainnya adalah vitamin, folat, serta fitosterol yang dapat merusak enzim pembentuk kolesterol dalam hati sehingga dapat menghambat pembentukan kolesterol.
Protein pada biji kemiri terdiri dari asam amino essensial maupun non esensial, fungsi asam amino esensial antara lain untuk pertumbuhan karena asam amino terdapat di semua jaringan dan membentuk protein dan antibody. Asam amino non esensial yang menonjol pada kemiri yaitu asam glutamate dan asam aspartat. Keberadaan asam glutamate yang memberikan rasa nikmat ketika kemiri digunakan sebagai bumbu dapur yang dapat menjadi pengganti penyedap masakan .
Tidak diketahui dengan tepat asal-usulnya, tumbuhan ini menyebar luas mulai dari India dan Cina, melewati Asia Tenggara dan Nusantara, hingga Polinesia dan Selandia Baru. Di Indonesia, kemiri dikenal dengan banyak nama. Di antaranya, kembiri, gambiri, hambiri, kemili, kemiling, buah kareh, keminting dan lain-lain.
Kemiri dikenal masyarakat barat dengan sebutan candleberry, Indian Walnut dan Cadlenut, sekarang sudah tersebar luas di daerah-daerah tropis. Tinggi tanaman mencapai sekitar 15-25 meter. Daunnya berwarna hijau pucat. Kacangnya memiliki diameter sekitar 4–6 cm. Biji yang terdapat di dalamnya memiliki lapisan pelindung yang sangat keras dan mengandung minyak yang cukup banyak, yang memungkinkan untuk digunakan sebagai lilin.
Manfaat dan Kegunaan serta khasiat Kemiri antara lain adalah :
- Sebagai rempah rempah bumbu berbagai masakan
- Menyuburkan, menghitamkan rambut, menjadikan rambut hitam berkilau
- Mengobati buang air besar yang berdarah
- Mengobati gatal akibat digigit serangga
- Bahan bakar kendaraan bermotor
- Mengatasi sariawan (sakit gigi)
- Menghitamkan alis mata
- Bahan campuran lilin
- Bahan campuran cat
- Mengobati diare

1 Comments
Terima kasih untuk artikelnya semoga bermanfaat.......
BalasHapusPosting Komentar